
Jakarta – Seafood dikenal sebagai sumber protein yang kaya nutrisi. Namun, bukan berarti semua makanan laut menjadi pilihan yang sama baiknya. Ada jenis seafood yang kaya omega-3 dan protein, tetapi ada pula yang sebaiknya dibatasi karena kandungan merkuri atau alasan kelestarian lingkungan.
Makanan laut banyak digemari karena mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Selain memiliki cita rasa khas, sejumlah seafood juga mengandung protein, vitamin, mineral, serta asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh.
Meski begitu, pemilihan jenis seafood tetap penting. Beberapa jenis ikan dan hewan laut dapat memiliki kandungan merkuri yang tinggi, sementara lainnya menghadapi masalah akibat penangkapan berlebihan.
Lantas, jenis seafood apa yang layak masuk menu dan mana yang sebaiknya dihindari? Berikut daftarnya seperti dikutip dari Mashed.
Seafood yang Baik untuk Dikonsumsi
1. Salmon
Salmon menjadi salah satu pilihan seafood yang populer karena kandungan nutrisinya. Ikan berlemak ini kaya akan asam lemak omega-3 yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan otak.
Kandungan proteinnya juga cukup tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein sekaligus membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Dari segi rasa, salmon memiliki daging yang lembut dengan cita rasa gurih dan sedikit manis. Dibandingkan sejumlah ikan berlemak lainnya, salmon juga termasuk ikan dengan kadar merkuri yang relatif rendah.
Karena alasan tersebut, salmon kerap menjadi pilihan seafood yang baik, termasuk bagi ibu hamil dengan tetap memperhatikan anjuran konsumsi ikan yang aman.
2. Udang
Udang juga dapat menjadi pilihan makanan laut yang bernutrisi. Di dalamnya terdapat protein, vitamin, mineral, serta asam lemak omega-3.
Seafood ini juga mengandung astaxanthin, yaitu antioksidan yang memberikan warna kemerahan pada udang dan memiliki manfaat bagi tubuh.
Selain kandungan gizinya, udang banyak disukai karena teksturnya yang kenyal dan rasa manis alaminya. Rasa tersebut berasal dari berbagai senyawa asam amino yang terdapat di dalam daging udang.
3. Scallop
Scallop atau kerang kampak termasuk seafood yang dapat menjadi sumber protein rendah kalori. Sekitar tiga buah scallop mengandung kurang dari 100 kalori dan sekitar 20 gram protein.
Hewan laut ini juga menyediakan omega-3 dan sejumlah mineral yang diperlukan tubuh. Teksturnya lembut dengan rasa gurih dan sedikit manis.
Cara memasaknya perlu diperhatikan agar teksturnya tetap baik. Scallop yang dimasak terlalu lama dapat menjadi mudah hancur dan kehilangan tekstur lembutnya.
Dalam sejumlah jenis dan kondisi budidaya, scallop juga dikenal memiliki kadar merkuri yang relatif rendah.
Seafood yang Sebaiknya Dihindari
4. Ikan Hiu
Ikan hiu bukan pilihan seafood yang ideal untuk dikonsumsi secara rutin. Salah satu alasannya adalah beberapa jenis hiu dapat mengandung merkuri dalam kadar tinggi.
Paparan merkuri yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Karena itu, konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi sebaiknya dibatasi, terutama pada kelompok yang lebih rentan.
Selain pertimbangan kesehatan, mengonsumsi hiu juga berkaitan dengan persoalan kelestarian laut. Sebagai predator puncak, hiu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Penangkapan hiu secara berlebihan dapat mengurangi populasinya dan mengganggu rantai makanan di laut.
5. Tuna Sirip Biru
Tidak semua jenis tuna memiliki persoalan yang sama. Salah satu yang banyak mendapat perhatian dari sisi kelestarian adalah bluefin tuna atau tuna sirip biru.
Ikan berukuran besar ini dapat memiliki bobot hingga ratusan kilogram dan menjadi komoditas bernilai tinggi, terutama di pasar Jepang.
Permintaan yang tinggi membuat tuna sirip biru menghadapi tekanan akibat penangkapan berlebihan. Kondisi tersebut dapat mengancam keberlangsungan populasinya di alam.
Karena itu, meskipun tuna dikenal sebagai sumber protein dan omega-3, tuna sirip biru sebaiknya tidak menjadi pilihan utama jika mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.
Pada akhirnya, memilih seafood bukan hanya soal rasa dan kandungan nutrisi. Jenis ikan, kadar merkuri, cara pengolahan, serta keberlanjutan sumbernya juga perlu diperhatikan.
Salmon, udang, dan scallop dapat menjadi beberapa pilihan seafood yang bernutrisi. Sebaliknya, ikan dengan kandungan merkuri tinggi serta spesies yang menghadapi tekanan penangkapan berlebihan sebaiknya dihindari atau dibatasi.
