
Jakarta – Pola makan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Beberapa jenis makanan yang masih sering dikonsumsi sehari-hari diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.
Kanker sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik hingga lingkungan dan gaya hidup. Menurut Healthline, sebagian besar kanker memiliki kaitan dengan faktor eksternal, termasuk kebiasaan hidup dan pola makan.
Karena itu, menjaga kualitas makanan sehari-hari menjadi salah satu langkah yang penting. Bukan berarti makanan tertentu secara langsung menyebabkan kanker, tetapi sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi berlebihan makanan tertentu dengan risiko beberapa jenis kanker.
Berikut 5 jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan:
1. Daging olahan
Sosis, ham, salami, kornet, dan produk daging lain yang telah melalui proses pengasapan, pengasinan, pengawetan, atau pengalengan termasuk dalam kelompok daging olahan.
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker kolorektal. Beberapa penelitian juga mengaitkannya dengan risiko kanker lambung dan kanker payudara.
Karena itu, sebaiknya konsumsi daging olahan tidak dilakukan terlalu sering. Pilih sumber protein yang lebih beragam, seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan makanan berbahan dasar kedelai.
2. Gorengan
Gorengan memang menjadi makanan yang sulit ditolak, tetapi konsumsi terlalu banyak juga perlu diperhatikan.
Ketika makanan tertentu yang kaya pati dimasak menggunakan suhu tinggi, dapat terbentuk senyawa bernama akrilamida. Senyawa ini ditemukan pada berbagai makanan yang digoreng atau dipanggang dalam suhu tinggi, termasuk kentang goreng dan keripik.
Penelitian pada hewan menunjukkan akrilamida memiliki sifat karsinogenik. Sementara itu, konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan juga berkaitan dengan obesitas dan diabetes tipe 2, dua kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan metabolik dan peradangan tubuh.
Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari gorengan, tetapi porsinya sebaiknya dibatasi dan tidak menjadi menu sehari-hari.
3. Daging yang dimasak terlalu matang
Cara memasak ternyata juga dapat memengaruhi kandungan makanan. Daging yang dimasak dalam suhu sangat tinggi, terutama hingga gosong atau terlalu matang, dapat menghasilkan senyawa tertentu yang perlu diwaspadai.
Proses memanggang, membakar, atau menggoreng daging pada suhu tinggi dapat menghasilkan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki sifat karsinogenik dalam penelitian tertentu.
Untuk mengurangi pembentukan senyawa tersebut, hindari memasak daging hingga gosong. Variasikan teknik memasak dengan merebus, mengukus, atau menggunakan suhu yang lebih rendah.
4. Produk olahan susu
Susu, keju, dan yogurt merupakan sumber berbagai nutrisi penting. Namun, kaitan antara konsumsi produk susu dalam jumlah tertentu dengan risiko kanker masih menjadi bahan penelitian.
Beberapa penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara konsumsi produk susu dan risiko kanker prostat. Salah satu mekanisme yang diteliti berkaitan dengan insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yaitu hormon yang berperan dalam pertumbuhan sel.
Meski demikian, bukti mengenai hubungan tersebut belum konsisten. Karena itu, produk susu tidak perlu langsung dihindari. Yang lebih penting adalah mengonsumsinya secara wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
5. Makanan manis dan karbohidrat olahan
Minuman manis, roti tawar, pasta dari tepung putih, nasi putih, serta sereal tinggi gula termasuk makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Makanan tersebut umumnya memiliki kandungan serat yang lebih rendah dan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat dibandingkan sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat.
Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Kedua kondisi tersebut diketahui memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko sejumlah jenis kanker.
Salah satu tinjauan penelitian menemukan diabetes tipe 2 berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa kanker, termasuk kanker ovarium, payudara, dan endometrium.
Utamakan Pola Makan Seimbang
Tidak ada satu jenis makanan yang secara sederhana bisa disebut sebagai penyebab tunggal kanker. Risiko penyakit ini merupakan hasil interaksi berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, serta pola makan.
Karena itu, langkah yang lebih tepat adalah membatasi konsumsi makanan ultra-proses, daging olahan, gorengan, makanan tinggi gula, serta makanan yang dimasak hingga gosong.
Sebaliknya, perbanyak makanan utuh seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein yang beragam. Pola makan seimbang dan gaya hidup aktif dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung upaya menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
