
TIM SAR gabungan akhirnya menemukan Abizar, 12, bocah laki-laki yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Kemala Beach, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/7) pagi, setelah dilakukan operasi pencarian sejak Sabtu (11/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Balikpapan, Dody Setiawan, melalui Komandan Search Rescue Unit (SRU) Nur Ngalim, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban berhasil kami temukan sekitar pada pukul 09.25 Wita dalam operasi pencarian yang telah dilaksanakan sejak pukul 07.30 Wita. Dimana pada Sabtu kemarin upaya pencarian telah dilaksanakan dilanjutkan pada hari ini,” tukasnya.
DILAKUKAN VISUM
Nur Ngalim mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang. Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR, untuk selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan visum et repertum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, korban baru berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, dengan jarak sekitar 200 meter dari last known position (LKP) atau titik koordinat korban terakhir kali terlihat sebelum dilaporkan hilang.
TIGA REKAN KORBAN SELAMAT
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban bersama tiga temannya, yakni Hafizh, 10, Agus Junaidin, 11, dan Muhammad Gibran, 9, sedang bermain dan berenang di bibir pantai pada Sabtu pagi. Namun, keempatnya tiba-kira terseret ombak hingga ke tengah laut.
Beruntung, ketiga rekan korban berhasil diselamatkan oleh petugas, sementara korban Abizar hanyut terbawa arus.
“Kami menerima laporan awal diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan yang menginformasikan adanya empat anak yang terseret arus di Pantai Kemala. Ketika ada tiga orang berhasil diselamatkan oleh personel Sabhara, sedangkan satu anak atas nama Abizar masih dalam pencarian,” ujar Nur Ngalim.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil asesmen awal, keempat anak tersebut diduga berenang terlalu jauh hingga tidak mampu melawan kuatnya arus laut.
“Informasi yang kami peroleh, keempat anak itu sedang berenang kemudian terbawa ombak hingga ke tengah. Karena tidak bisa kembali ke daratan, akhirnya terbawa arus semakin jauh,” kata Ngalim.
Operasi pencarian ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat. Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup.
