
Jakarta – Saat tubuh terasa gerah, segelas air dingin atau air es memang terasa sangat menyegarkan. Tak heran, minuman dingin sering menjadi pilihan ketika suhu udara sedang tinggi.
Meski begitu, beredar berbagai anggapan bahwa minum air es ketika cuaca panas dapat memberikan dampak kurang baik bagi tubuh. Mulai dari mengganggu pencernaan hingga menyebabkan sakit tenggorokan.
Padahal, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Air putih bisa dikonsumsi dalam berbagai suhu, baik dingin, suhu ruang, maupun hangat.
Kebutuhan cairan setiap orang juga tidak selalu sama. Aktivitas fisik, kondisi kesehatan, usia, serta lingkungan dapat memengaruhi jumlah cairan yang dibutuhkan tubuh.
Dikutip dari Onlymyhealth, berikut sejumlah alasan yang sering dikaitkan dengan konsumsi air es saat cuaca panas:
1. Bisa Membuat Gigi Sensitif Terasa Lebih Nyeri
Bagi orang yang memiliki gigi sensitif, air es dapat menimbulkan rasa ngilu atau nyeri. Suhu yang sangat dingin dapat merangsang saraf pada gigi sehingga sensasi tidak nyaman lebih mudah muncul.
Namun, bukan berarti air es secara langsung merusak gigi. Sensitivitas biasanya berkaitan dengan kondisi seperti penipisan enamel atau terbukanya bagian dentin.
Jika setiap kali minum dingin gigi terasa sakit, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan dapat diperiksakan ke dokter gigi.
2. Dapat Memicu Sakit Kepala pada Sebagian Orang
Minuman yang sangat dingin juga dapat menyebabkan sakit kepala singkat atau yang sering disebut brain freeze pada sebagian orang.
Sensasi tersebut biasanya muncul setelah sesuatu yang dingin menyentuh bagian atas mulut. Perubahan suhu secara tiba-tiba dapat memicu respons saraf dan pembuluh darah sehingga timbul rasa sakit di kepala.
Efek ini umumnya berlangsung singkat dan tidak berbahaya. Orang yang memang mudah mengalami sakit kepala akibat makanan atau minuman dingin mungkin perlu membatasi konsumsinya.
3. Tenggorokan Bisa Terasa Tidak Nyaman
Ada pula orang yang merasa tenggorokannya kurang nyaman setelah mengonsumsi minuman sangat dingin.
Suhu dingin dapat memberikan sensasi iritasi atau membuat tenggorokan terasa tidak nyaman, terutama pada orang yang memang sedang mengalami gangguan tenggorokan.
Namun, tidak ada bukti kuat bahwa air es secara langsung menyebabkan infeksi tenggorokan. Infeksi seperti flu dan radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri, bukan semata-mata karena minum air dingin.
4. Kurang Nyaman bagi Pencernaan Tertentu
Sebagian orang mengaku merasa kembung atau tidak nyaman setelah mengonsumsi minuman yang sangat dingin.
Hal ini membuat muncul anggapan bahwa air es dapat memperlambat proses pencernaan. Akan tetapi, klaim bahwa air dingin secara signifikan menghambat pencernaan atau penyerapan nutrisi masih membutuhkan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Jadi, jika air dingin tidak menimbulkan keluhan, tidak ada alasan khusus untuk menghindarinya hanya karena suhunya.
5. Tubuh Tetap Perlu Beradaptasi dengan Suhu
Ketika air yang sangat dingin masuk ke tubuh, suhu minuman tersebut akan disesuaikan dengan suhu internal tubuh.
Proses ini memang membutuhkan sejumlah energi, tetapi jumlahnya sangat kecil. Karena itu, tidak tepat jika dikatakan bahwa minum air es akan membuat tubuh kehilangan energi dalam jumlah besar.
Rasa lelah setelah berada di bawah terik matahari justru lebih mungkin berkaitan dengan panas, aktivitas fisik, dan kehilangan cairan.
6. Tidak Otomatis Membuat Hidrasi Lebih Buruk
Salah satu anggapan yang cukup sering muncul adalah air es tidak dapat menghidrasi tubuh dengan baik karena tubuh harus terlebih dahulu menghangatkannya.
Faktanya, air tetap diserap tubuh meskipun dikonsumsi dalam keadaan dingin. Bahkan, bagi sebagian orang, air dingin justru terasa lebih menyegarkan sehingga membuat mereka lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan.
Jadi, yang terpenting bukan suhu airnya, melainkan memastikan asupan cairan tetap mencukupi.
7. Bisa Kurang Nyaman Saat Tubuh Sedang Kepanasan
Ketika tubuh berada dalam kondisi sangat panas, minum air es dalam jumlah banyak sekaligus mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian orang.
Sensasi dingin yang tiba-tiba dapat membuat perut terasa kaget atau tidak nyaman. Karena itu, air dingin dapat diminum secara perlahan sesuai kemampuan tubuh.
Terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat, kebutuhan utama tubuh adalah mengganti cairan yang hilang. Air dengan suhu yang paling nyaman justru dapat membantu seseorang minum lebih banyak.
Jadi, Bolehkah Minum Air Es Saat Cuaca Panas?
Boleh. Tidak ada larangan umum bagi orang sehat untuk mengonsumsi air dingin ketika cuaca sedang panas.
Air es bahkan dapat menjadi pilihan yang menyegarkan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan. Yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh masing-masing. Jika minuman sangat dingin membuat gigi ngilu, kepala sakit, atau perut terasa tidak nyaman, pilih air dengan suhu yang lebih sesuai.
Jadi, bukan suhu air yang menjadi faktor utama, melainkan kecukupan hidrasi sepanjang hari. Saat cuaca panas, pastikan minum cukup air dan sesuaikan asupan cairan dengan aktivitas serta kondisi tubuh.
