
Jakarta – Pernah merasakan lidah gatal, perih, atau seperti terbakar setelah menikmati nanas? Sensasi tersebut belum tentu menandakan alergi. Ada dua senyawa alami dalam nanas yang dapat menjadi penyebabnya.
Nanas merupakan buah tropis yang banyak digemari karena rasanya manis dan sedikit asam. Selain disantap langsung, buah ini juga kerap diolah menjadi jus, dessert, atau pelengkap berbagai makanan.
Namun, setelah makan beberapa potong nanas, sebagian orang justru merasakan sensasi tidak nyaman di dalam mulut. Lidah bisa terasa seperti tertusuk, panas, atau terbakar. Kondisi ini umumnya hanya berlangsung sementara.
Dikutip dari Self, berikut penjelasan mengenai penyebab lidah terasa perih setelah mengonsumsi nanas.
1. Bukan Selalu Tanda Alergi
Rasa gatal dan perih pada lidah setelah makan nanas sering kali dianggap sebagai reaksi alergi. Padahal, jika hanya berupa sensasi ringan yang kemudian menghilang, penyebabnya bisa berasal dari mekanisme alami buah tersebut.
Keluhan biasanya lebih terasa ketika seseorang mengonsumsi nanas dalam jumlah banyak atau memilih buah yang masih muda dan memiliki rasa sangat asam.
Dalam kondisi normal, rasa tidak nyaman tersebut akan berangsur hilang setelah beberapa waktu. Jadi, tidak semua sensasi terbakar setelah makan nanas berarti tubuh mengalami alergi.
2. Ada Kristal Kecil yang Bisa Mengiritasi Mulut
Salah satu pemicu sensasi perih adalah raphides, yaitu kristal kalsium oksalat berbentuk seperti jarum mikroskopis.
Ketika nanas dikunyah, kristal tersebut dapat menimbulkan iritasi kecil pada permukaan jaringan mulut. Kondisi ini kemudian membuat lidah menjadi lebih sensitif terhadap kandungan asam dalam nanas.
Raphides sendiri merupakan bagian dari mekanisme pertahanan alami tanaman. Senyawa tersebut membantu melindungi tanaman dari hewan yang mencoba memakannya.
3. Bromelain Ikut Membuat Lidah Terasa ‘Terbakar’
Selain raphides, ada satu lagi senyawa yang berperan, yaitu bromelain. Enzim ini dikenal memiliki kemampuan memecah protein.
Bromelain bahkan sering dimanfaatkan dalam pengolahan makanan, salah satunya untuk membantu membuat tekstur daging menjadi lebih lunak.
Saat nanas dimakan, enzim tersebut juga dapat bekerja pada protein yang terdapat di permukaan lidah dan jaringan mulut. Ketika lapisan protein tersebut terurai, permukaan mulut menjadi lebih mudah terpapar asam dari nanas.
Kombinasi antara iritasi kecil akibat raphides dan aktivitas bromelain inilah yang dapat menimbulkan sensasi seolah-olah lidah terasa terbakar.
4. Kapan Perlu Waspada?
Pada kebanyakan kasus, rasa perih ringan setelah makan nanas tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.
Meski begitu, perlu dibedakan antara reaksi normal dengan alergi. Jika setelah mengonsumsi nanas muncul pembengkakan pada mulut atau wajah, rasa gatal yang parah, maupun kesulitan bernapas, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian medis karena dapat mengarah pada reaksi alergi.
Jika hanya mengalami rasa pedih ringan, biasanya tidak diperlukan penanganan khusus. Mengurangi jumlah nanas yang dikonsumsi dalam sekali makan juga dapat membantu.
5. Cara Makan Nanas Agar Tidak Bikin Lidah Perih
Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengurangi sensasi tidak nyaman tersebut. Salah satunya adalah memasak nanas terlebih dahulu, misalnya dengan merebus atau memanggangnya.
Panas dapat menonaktifkan enzim bromelain sehingga aktivitasnya terhadap protein di dalam mulut berkurang.
Nanas juga dapat disantap bersama produk berbahan susu seperti yogurt. Protein dari susu dapat membantu mengurangi efek bromelain di dalam mulut.
Dengan begitu, nanas tetap bisa dinikmati tanpa harus selalu merasakan sensasi perih atau terbakar pada lidah.
