
Jakarta – Buang angin merupakan hal normal yang dialami setiap orang. Namun, terlalu sering kentut atau munculnya aroma yang lebih menyengat bisa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa jenis makanan diketahui lebih mudah memicu pembentukan gas di saluran pencernaan.
Kacang-kacangan, buah tertentu, makanan tinggi lemak, minuman berkarbonasi, hingga makanan ultra-proses termasuk di antaranya. Penyebabnya pun beragam, mulai dari gula yang sulit diserap, kandungan serat, pemanis tertentu, hingga proses pencernaan yang berlangsung lebih lambat.
Dikutip dari Healthline, berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi gas dan membuat seseorang lebih sering buang angin.
1. Buah-buahan Tertentu
Meski kaya vitamin, mineral, dan serat, beberapa buah dapat membuat perut lebih banyak menghasilkan gas. Hal ini berkaitan dengan kandungan fruktosa dan sorbitol yang relatif sulit dicerna oleh sebagian orang.
Apel, pir, persik, dan prune merupakan contoh buah yang cukup sering dikaitkan dengan peningkatan gas. Selain itu, serat larut dalam buah akan menuju usus besar dan difermentasi oleh bakteri usus.
Dalam proses tersebut, bakteri dapat menghasilkan gas seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida yang kemudian dikeluarkan melalui kentut.
Sorbitol juga digunakan sebagai pemanis pada sejumlah produk bebas gula. Jika dikonsumsi terlalu banyak, zat ini dapat memperparah keluhan gas pada sebagian orang. Namun, bukan berarti buah harus dihindari karena kandungan nutrisinya tetap penting bagi tubuh.
2. Minuman Bersoda
Bukan hanya makanan, minuman berkarbonasi juga dapat membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan gas. Minuman soda mengandung karbon dioksida yang menghasilkan gelembung ketika diminum.
Sebagian gas tersebut akan keluar melalui sendawa. Namun, sebagian lainnya dapat bergerak menuju saluran pencernaan dan akhirnya dikeluarkan sebagai kentut.
Pakar nutrisi Maggie Moon, penulis The Mind Diet, menjelaskan bahwa karbon dioksida dari minuman bersoda dapat menambah jumlah udara yang berada di saluran pencernaan.
Karena itu, kebiasaan minum soda secara rutin dapat membuat keluhan perut bergas semakin terasa. Mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi dan memilih air putih sebagai penggantinya dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi masalah tersebut.
3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan yang dapat memicu perut bergas. Lentil, kacang polong, dan kacang tanah, misalnya, memiliki kandungan gula kompleks yang tidak selalu mudah dicerna oleh tubuh.
Kandungan seratnya yang tinggi juga berperan dalam pembentukan gas. Ketika gula kompleks dan serat mencapai usus besar, bakteri akan memfermentasinya dan menghasilkan berbagai jenis gas.
Beberapa di antaranya adalah hidrogen, metana, dan senyawa yang mengandung belerang. Senyawa belerang inilah yang dapat membuat aroma kentut menjadi lebih kuat.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrition Journal menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi kacang-kacangan dengan produksi gas. Sementara itu, penelitian lain yang tercatat dalam US National Library of Medicine menemukan bahwa kacang panggang dan kacang pinto cenderung menghasilkan lebih banyak gas dibandingkan kacang hitam.
Mengatur jumlah konsumsi serta memilih jenis kacang yang lebih sesuai dengan kondisi pencernaan dapat membantu mengurangi efek tersebut.
4. Makanan Tinggi Lemak
Makanan yang mengandung banyak lemak juga dapat memengaruhi proses pencernaan. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, makanan berlemak dapat membuat proses pengosongan dan pencernaan berlangsung lebih lambat.
Kondisi tersebut memberikan lebih banyak waktu bagi makanan untuk mengalami fermentasi di saluran pencernaan sehingga gas yang terbentuk bisa meningkat.
Daging merah dengan kandungan lemak tinggi juga mengandung metionin, yaitu asam amino yang memiliki unsur belerang. Ketika diuraikan oleh bakteri di usus, senyawa tersebut dapat menghasilkan hidrogen sulfida.
Gas hidrogen sulfida dikenal memiliki bau khas seperti telur busuk sehingga dapat membuat kentut terasa lebih menyengat.
Daging tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat karena merupakan sumber protein. Namun, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan dan dapat dipadukan dengan sayuran serta sumber serat lainnya.
5. Makanan Ultra-Proses
Camilan kemasan, sereal manis, kue siap makan, sosis, dan sejumlah produk roti termasuk contoh makanan yang dapat masuk dalam kategori ultra-proses. Beberapa produk tersebut memiliki kombinasi gula tambahan, fruktosa, laktosa, atau bahan lain yang dapat memicu gas pada orang tertentu.
Ketika sebagian komponen makanan tidak tercerna dengan baik, bakteri di usus dapat memfermentasinya. Proses tersebut kemudian menghasilkan gas yang membuat perut terasa penuh atau menyebabkan frekuensi kentut meningkat.
Namun, penting diketahui bahwa tidak semua makanan olahan otomatis buruk bagi tubuh. Greek yogurt, susu, sayuran siap olah, kacang-kacangan, dan tahu tetap dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Membaca komposisi pada label makanan dan memperhatikan jenis makanan yang memicu munculnya gas dapat menjadi cara sederhana untuk mengetahui pemicunya. Dengan begitu, seseorang tidak perlu menghindari terlalu banyak makanan bernutrisi hanya karena khawatir mengalami perut bergas.
Kentut sendiri merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Yang perlu diperhatikan adalah jika frekuensinya terasa berlebihan atau disertai keluhan lain. Dalam kondisi tersebut, memperhatikan pola makan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui makanan yang mungkin menjadi pemicunya.
