
Jakarta – Menambahkan susu ke dalam kopi menjadi kebiasaan banyak orang untuk mendapatkan rasa yang lebih lembut dan creamy. Namun, cara tersebut ternyata dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyerap sejumlah senyawa yang terdapat dalam kopi.
Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah asam klorogenat, kelompok polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa protein dari susu sapi dapat berinteraksi dengan senyawa tersebut sehingga jumlah yang terserap tubuh menjadi lebih rendah.
Meski begitu, efeknya tidak selalu sama pada setiap jenis susu. Susu kedelai, misalnya, menunjukkan hasil yang berbeda dalam penelitian.
Dikutip dari NutritionFacts, berikut penjelasan mengenai hubungan kopi, susu, dan penyerapan asam klorogenat.
1. Asam Klorogenat Menjadi Salah Satu Senyawa Penting dalam Kopi
Selain kafein, kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif. Salah satunya adalah asam klorogenat yang termasuk dalam kelompok polifenol dan memiliki sifat antioksidan.
Senyawa ini diperkirakan berkontribusi terhadap sejumlah efek kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi kopi. Asam klorogenat antara lain diteliti berkaitan dengan peradangan, sensitivitas insulin, fungsi paru-paru, hingga depresi. Pada kondisi tertentu, senyawa ini juga dapat memberikan efek terhadap tekanan darah dalam beberapa jam setelah dikonsumsi.
Namun, jumlah asam klorogenat tidak sama pada semua jenis kopi. Penelitian terhadap lebih dari 100 sampel kopi menemukan bahwa kandungannya dapat berbeda hingga lebih dari 30 kali lipat.
2. Cara Memanggang Kopi Juga Berpengaruh
Kandungan senyawa dalam kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis bijinya. Proses pemanggangan atau roasting juga dapat mengubah kadar asam klorogenat.
Semakin gelap tingkat sangrai, semakin besar pula jumlah asam klorogenat yang dapat mengalami kerusakan. Pada kopi dengan tingkat dark roast, kehilangan senyawa ini bahkan disebut dapat mendekati 90%.
Sementara itu, perbedaan kandungan antara kopi medium-light roast dan medium roast tidak terlalu besar.
Menariknya, kafein relatif lebih tahan terhadap proses pemanggangan. Artinya, tingkat sangrai dapat dipertimbangkan jika tujuan utama mengonsumsi kopi adalah mendapatkan lebih banyak polifenol, bukan sekadar kafein.
3. Protein Susu Sapi Dapat Memengaruhi Penyerapannya
Persoalan lain muncul ketika kopi dikonsumsi bersama susu sapi. Dalam penelitian terhadap manusia, kadar senyawa yang berasal dari asam klorogenat di dalam aliran darah lebih rendah setelah peserta mengonsumsi kopi yang dicampur susu.
Penyerapan senyawa tersebut dilaporkan berkurang lebih dari separuh dibandingkan ketika kopi dikonsumsi tanpa susu.
Salah satu penjelasan yang dikemukakan adalah kemampuan protein susu untuk berikatan dengan senyawa polifenol. Ikatan tersebut diduga membuat sebagian senyawa kopi menjadi lebih sulit diserap oleh tubuh.
Fenomena serupa sebelumnya juga diamati pada sejumlah makanan dan minuman yang kaya polifenol. Protein dari susu dapat berinteraksi dengan senyawa tanaman dan berpotensi memengaruhi aktivitas antioksidannya.
4. Susu Kedelai Memberikan Hasil yang Berbeda
Tidak semua jenis susu memberikan respons yang sama. Penelitian yang membandingkan kopi hitam dengan kopi yang dicampur susu kedelai tidak menemukan perbedaan signifikan dalam penyerapan senyawa kopi.
Protein kedelai memang dapat berinteraksi dengan polifenol ketika berada di saluran pencernaan. Namun, mikroorganisme yang hidup di usus diduga dapat membantu memecah ikatan tersebut sehingga senyawa kopi dapat kembali tersedia untuk diserap.
Temuan ini membuat susu kedelai berbeda dari susu sapi dalam konteks penyerapan polifenol kopi.
5. Belum Ada Kepastian untuk Semua Susu Nabati
Bagaimana dengan susu almond, susu beras, atau susu kelapa? Ketiga jenis susu tersebut secara umum memiliki kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan susu sapi sehingga secara teori mungkin memberikan efek pengikatan polifenol yang lebih kecil.
Namun, efek langsung ketiga jenis susu tersebut terhadap penyerapan senyawa kopi belum diuji dalam penelitian yang dimaksud. Karena itu, belum dapat dipastikan bahwa penggunaannya sama sekali tidak memengaruhi penyerapan polifenol.
Bagi yang ingin memperoleh asupan asam klorogenat sebanyak mungkin dari kopi, kopi hitam dapat menjadi pilihan. Tingkat sangrai juga layak diperhatikan karena pemanggangan yang semakin gelap dapat menurunkan kadar senyawa tersebut.
Pada akhirnya, menambahkan susu ke kopi tidak serta-merta membuat minuman tersebut menjadi tidak sehat. Pilihan tersebut lebih berkaitan dengan seberapa banyak senyawa polifenol tertentu yang dapat tersedia dan diserap tubuh.
