
Jakarta – Daun kelor menjadi salah satu tanaman lokal yang banyak mendapat perhatian karena kandungan nutrisinya. Tak hanya mudah ditemukan, daun berwarna hijau ini juga mengandung berbagai vitamin, mineral, protein, antioksidan, serta senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Kelor bahkan kerap disebut sebagai salah satu superfood dari Indonesia. Salah satu khasiat yang cukup dikenal adalah potensinya dalam membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
Dalam jurnal ilmiah berjudul Moringa Oleifera is a Prominent Source of Nutrients with Potential Health Benefits yang diterbitkan pada 2021, disebutkan bahwa kandungan vitamin C daun kelor mencapai tujuh kali lebih tinggi dibandingkan jeruk. Sementara itu, kandungan kalsiumnya disebut bisa mencapai 17 kali lipat dibandingkan susu.
Selain berbagai zat gizi tersebut, daun kelor juga memiliki kandungan magnesium, protein, antioksidan, dan fitonutrien. Sejumlah senyawa tersebut memiliki aktivitas anti-inflamasi dan berperan dalam mendukung keseimbangan metabolisme.
Potensi daun kelor dalam membantu mengendalikan kolesterol juga pernah diteliti oleh tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika. Penelitian tersebut menemukan adanya penurunan kadar kolesterol pada lansia setelah mengonsumsi rebusan daun kelor secara rutin.
Dalam penelitian itu, konsumsi rebusan daun kelor selama tujuh hari berturut-turut dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol yang signifikan pada seluruh partisipan.
Mengutip Healthline, efek daun kelor terhadap kolesterol juga disebut memiliki kemiripan dengan beberapa makanan nabati sehat, termasuk gandum dan biji rami. Menjaga kadar kolesterol tetap sehat penting dilakukan karena kadar kolesterol yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular.
Selain kolesterol, berikut sejumlah manfaat lain yang dikaitkan dengan konsumsi daun kelor:
1. Membantu Meredakan Peradangan
Daun kelor memiliki sejumlah senyawa yang bersifat anti-inflamasi. Kandungan tersebut berpotensi membantu tubuh menghadapi proses peradangan yang muncul akibat infeksi maupun cedera.
Peradangan merupakan bagian dari respons alami tubuh. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, asupan makanan yang mengandung senyawa anti-inflamasi dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
2. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Daun kelor juga dikaitkan dengan pengendalian kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah setelah konsumsi bubuk maupun daun kelor kering.
Dalam data yang dikutip, konsumsi bubuk daun kelor secara rutin disebut dapat menurunkan kadar gula darah hingga 13,5 persen. Sementara itu, penambahan 50 gram daun kelor kering ke dalam makanan dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah hingga 21 persen.
Meski demikian, daun kelor bukan pengganti obat bagi penderita diabetes. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
3. Menunjang Kesehatan Prostat
Kandungan glukosinolat dalam daun kelor juga menarik perhatian karena potensinya terhadap kesehatan prostat.
Senyawa tersebut disebut dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat. Selain itu, konsumsi daun kelor juga dikaitkan dengan penurunan kadar antigen spesifik prostat atau PSA yang kerap digunakan sebagai salah satu indikator dalam pemeriksaan kesehatan prostat.
4. Mendukung Program Pengelolaan Berat Badan
Daun kelor juga berpotensi membantu orang yang sedang menjaga berat badan. Penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor dapat berperan dalam menghambat pembentukan lemak sekaligus mendukung proses pemecahan lemak.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai efek pembakar lemak secara instan. Pengelolaan berat badan tetap membutuhkan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang sesuai.
5. Membantu Menjaga Kadar Asam Urat
Kandungan flavonoid, tanin, dan alkaloid pada daun kelor dikaitkan dengan manfaat terhadap kadar asam urat.
Selain itu, sifat anti-inflamasi yang dimiliki sejumlah senyawanya berpotensi membantu mengurangi keluhan yang berhubungan dengan peradangan, seperti rasa pegal dan nyeri pada persendian.
Meski begitu, konsumsi daun kelor tidak dapat menggantikan penanganan medis jika kadar asam urat sudah tinggi atau menimbulkan gejala.
6. Membantu Mengontrol Tekanan Darah
Daun kelor mengandung sejumlah senyawa seperti thiocarbamate, glikosida, dan nitril yang disebut memiliki potensi dalam membantu menurunkan tekanan darah.
Karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, menjaganya tetap dalam batas sehat menjadi hal penting.
Daun kelor dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, tetapi orang yang memiliki hipertensi tetap perlu mengikuti anjuran dokter dan tidak mengganti obat dengan ramuan herbal tanpa pengawasan.
7. Berpotensi Membantu Mengatasi Cacingan
Dalam penggunaan tradisional, daun kelor juga pernah dipadukan dengan bahan alami lainnya, seperti cabai dan meniran, untuk membantu mengatasi cacingan.
Daun kelor memiliki lektin serta sejumlah senyawa yang disebut memiliki aktivitas anthelmintik atau antiparasit. Kandungan tersebut berpotensi membantu melawan parasit penyebab infeksi cacing, termasuk cacing kremi dan cacing pita.
Daun kelor memang kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan. Namun, konsumsinya sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. Untuk kondisi medis tertentu, terutama jika sedang menjalani pengobatan, penggunaan daun kelor sebagai pelengkap sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
