
Jakarta – Air minum dalam kemasan (AMDK) memang praktis dan mudah ditemukan. Namun, sejumlah penelitian menemukan adanya partikel mikroplastik dan nanoplastik di dalam air botolan, sehingga cara penyimpanan dan penggunaan kemasan menjadi hal yang patut diperhatikan.
Air kemasan kerap dipilih karena dianggap praktis, terutama ketika bepergian atau tidak memiliki akses mudah ke air minum. Produk ini juga tersedia hampir di berbagai tempat, mulai dari minimarket hingga pusat perbelanjaan.
Meski terlihat jernih, air dalam botol plastik ternyata tidak selalu terbebas dari partikel berukuran sangat kecil. Dilansir dari Ladbible, penelitian menemukan keberadaan mikroplastik dan nanoplastik dalam air minum kemasan.
Salah satu penelitian bahkan memperkirakan bahwa setiap liter air botolan dapat mengandung rata-rata sekitar ratusan ribu partikel plastik. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.
Nanoplastik menjadi perhatian
Partikel yang ditemukan dalam air kemasan tidak hanya berupa mikroplastik. Sebagian besar di antaranya merupakan nanoplastik, yaitu partikel plastik dengan ukuran jauh lebih kecil.
Karena ukurannya sangat kecil, nanoplastik menjadi perhatian khusus para peneliti. Partikel tersebut memiliki karakteristik berbeda dari mikroplastik dan masih terus dipelajari untuk mengetahui bagaimana tubuh manusia dapat terpapar serta apa dampaknya dalam jangka panjang.
Keberadaan partikel plastik pada air kemasan dapat terjadi selama berbagai tahap, mulai dari proses produksi hingga penggunaan botol oleh konsumen.
Botol plastik dapat menjadi salah satu sumber
Kemasan plastik dapat mengalami gesekan atau abrasi selama proses produksi, pengiriman, dan penyimpanan. Partikel juga berpotensi terlepas ketika botol mengalami tekanan atau digunakan berulang kali.
Faktor suhu turut menjadi perhatian. Botol air yang disimpan dalam kondisi panas, misalnya tertinggal di dalam mobil, berpotensi mengalami peningkatan pelepasan partikel plastik ke dalam air.
Karena itu, cara menyimpan air kemasan menjadi salah satu hal sederhana yang dapat diperhatikan oleh konsumen.
Bagaimana dengan dampaknya bagi kesehatan?
Penelitian mengenai efek mikroplastik dan nanoplastik terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang.
Sejumlah penelitian telah menemukan kemungkinan hubungan paparan partikel plastik dengan proses seperti peradangan dan stres oksidatif. Penelitian pada hewan juga menunjukkan adanya potensi pengaruh terhadap sistem hormonal dan berbagai fungsi tubuh.
Beberapa penelitian bahkan mengaitkan paparan mikroplastik dengan penyakit kronis tertentu. Namun, temuan tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa konsumsi air kemasan secara langsung menyebabkan penyakit pada manusia.
World Health Organization (WHO) sendiri menyatakan bahwa berdasarkan bukti yang tersedia, risiko kesehatan akibat mikroplastik dalam air minum diperkirakan masih rendah. Meski begitu, WHO juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak paparan dalam jangka panjang.
Air keran juga dibandingkan
Para peneliti turut membandingkan kandungan partikel plastik pada air kemasan dengan air keran yang telah disaring.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa air botolan dapat mengandung lebih banyak partikel plastik dibandingkan air keran yang telah melalui proses penyaringan. Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sumber dan wadah air perlu ikut diperhatikan.
Namun, kualitas air keran tentu berbeda-beda di setiap wilayah sehingga keamanan air tetap bergantung pada sumber dan sistem pengolahannya.
Cara mengurangi paparan
Tidak perlu langsung menghindari seluruh air kemasan. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi paparan dari kemasan plastik.
Salah satunya adalah menggunakan botol minum pribadi yang terbuat dari stainless steel atau kaca. Selain dapat digunakan berulang kali, cara ini juga mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai.
Bagi yang tetap menggunakan air minum kemasan, perhatikan lokasi penyimpanannya. Hindari meninggalkan botol dalam kondisi panas, terutama di dalam kendaraan atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
Pada akhirnya, keberadaan mikroplastik dalam air kemasan merupakan topik yang masih terus diteliti. Menjaga cara penyimpanan air dan memilih wadah minum yang tepat dapat menjadi langkah sederhana sambil menunggu lebih banyak bukti ilmiah mengenai dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia.
